Definisi Harta dan Rezeki
Assalamu'alaikum sobat Sophie~
Harta dan Rezeki, Beda atau Sama?
Harta adalah segala sesuatu yang Allah titipkan untuk kita miliki.
Rezeki adalah segala sesuatu yang Allah titipkan untuk kita nikmati.
Dari definisinya jelas ya, bahwa harta dan rezeki itu dua hal yang berbeda.
Kadang ada orang yang Allah titipkan harta, tapi hartanya tidak menjadi rezeki baginya karena tidak bisa menikmatinya. Dalam kasus ini contohnya orang yang memiliki rumah, tapi rumahnya tidak pernah ia huni karena tinggal di luar negeri. Orang yang punya mobil, tapi ia tak pernah memakainya karena tinggal di luar kota.
Selanjutnya, ada orang yang tidak berharta, tapi Allah berikan rezekinya. Contohnya: tidak memiliki lahan, tapi oleh pemilik lahan diperkenankan mengelola lahannya. Contoh lain, tidak punya uang untuk umrah, tapi melalui orang lain ia diberikan hadiah umrah.
Semoga penjelasan dan contohnya bisa dipahami ya 💕
Empat Kuadran Rezeki dan Harta
Ternyata, ada hierarki juga dalam kepemilikan harta dan rezeki. Dari empat kuadran ini, semoga kita bisa menilai diri sendiri saat ini sudah ada di kuadran mana. Bukan untuk bersaing dengan orang lain terkait kepemilikan harta dan rezeki, namun untuk bahan refleksi. Apakah kita sudah berada di posisi yang kita inginkan? Jika belum agar semakin semangat mengikhtiarkannya dengan baik dan benar.
Dari hierarki ini, untuk para orang tua juga agar bisa mendoakan anak-anaknya dengan spesifik, apakah ingin anaknya seperti Ali bin Abi Thalib yang ahli dalam ilmu dan cukup mengenai harta. Ataukah ingin anak-anaknya seperi Usman, Umar, dan Abu Bakar yang sukses dalam bisnis dan sangat dermawan untuk kepentingan dakwah Islam. Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS Hud: 6)
Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga" (HR. Muslim).
Adapun untuk orang yang memilih fokus mengembangkan bisnis, bisa jadi ia menjadi tak sempat untuk belajar di bangku formal hingga jenjang tertinggi. Namun, jika banyaknya harta dan kelapangan rezeki tujuannya untuk mencari Ridho Allah, insyaallah surga juga balasannya. Meski demikian, seseorang yang memilih jalur bisnis pun memiliki tantangannya sendiri. Keluarga maupun pasangan dari seorang pebisnis juga perlu mengelola ekspektasinya hihihi.
Selamat membaca, semoga ada manfaat yang bisa diambil. Kalau ada salah-salah kata mohon dimaafkan. Jika ada yang perlu dikoreksi, let me know, please :)
.png)

.png)
Comments
Post a Comment