Inikah Rasanya Menjadi Dewasa
Menjadi dewasa ternyata sangat complicated!
Dalam jarak waktu yang begitu dekat ada banyak rasa yang harus dikelola.
Saat cemas karena memikirkan nasib diri sendiri, cemas memikirkan gaji karyawan, ditambah lagi dengan cemas overthinking memikirkan kepala negara yang darderdor kebijakannya.
Belum selesai cemasnya, ditambah lagi kabar yang bikin hati bak genderang! Masalah polisi yang bikin tegang, jengkel, muak, kasihan, miris, marah dalam satu waktu. Membuat hati berdebar-debar, keringat dingin berkucuran, tapi meluap pula amarah yang membuncah. Gak habis pikir ada manusia-manusia seperti mereka.
Lalu tiba-tiba sedih yang membuat tak bisa berkata-kata saat teman-senior-keluarga meninggal dunia. Hanya bisa diam, menitikkan air mata, lalu bingung.
Aku yang menjadi eksternal dari kejadian-kejadian ini saja terkuras energi dan pikirannya. Kok bisa ada orang yang banyak tingkah dengan sengaja cari masalah? Dapat dari mana asupan energi berlebih mereka? Apa seselo itu waktu mereka hingga suka cari gara-gara?
Saat perasaan campur aduk, jujur aku bingung!
Perasaan dan urusan mana yang perlu diselesaikan terlebih dahulu?
Ternyata menjadi dewasa seperti ini ya.
Untukmu yang merasa sudah dewasa, tolong jangan suka cari masalah. Jangan suka cari gara-gara. Sudah terlalu banyak yang harus dikerjakan-diselesaikan-juga dipikirkan. Jangan sampai kamu menambah pekerjaan dan pikiran orang lain.



Comments
Post a Comment